Monday, October 09, 2006

rasanya baru kemarin kita berenang
di rawa kangkung di belakang sekolah
kamu ingat pancing bambu yang patah
dan kail peniti yang kita buat

haris sudah mati duluan
ketabrak truk siang hari bolong
haris yang pernah kita gebuki ramairamai
dan bodohnya tak ketulungan

darimana asal kulit terkelupas
dan mata yang bolong

rasanya kita belum sempat ke bandung
tempat tulangtulangmu pernah menggigil
dan bibirmu membiru

bibirmu yang membara luka,
dari mana asalnya

Thursday, October 05, 2006

emily

sampaikan kepada emily, aku cinta dia
berikan kepadanya seikat bunga
ini sudah kuikatkan
kupilih dari rerumputan dari tepi rel kereta
yang tumbuh di sela bongkahan batu
yang cokelat dan pesing
dan lanjaran besi berkarat
dan kayu yang berkerutkerut

katakan kepada emily, kalau dia setuju
aku lamar dia bulan depan
bilang saja bapaknya sudah tiada
sebelum mati dia bilang, “kutitipkan anakku padamu. kawinilah.”

bilang si johny ini yang mau kawin dengannya
ladang dan gandum telah digadai
tanah dan sepetak rumah sudah pindah tangan
gudang tua tempat dulu kita bercinta juga roboh sudah
tinggal truk tua milik si mac tua yang yang tersisa

ah, emily...




-kembali ngutang kepada manic street preachers... dan cash

Tuesday, September 26, 2006

the wind that shakes the barley

kamu tahu, angin di sini bertiup tak kenal musim
kadang dia melingkar membawa debu
atau langsung menampar wajahmu dengan basah

o padang hijau
o hutan berlumut

kamu tahu, kami berkidung untuk angin itu
karena kami percaya
kidung kami menjemput para pemberani
untuk membebaskan negeri ini

Thursday, September 14, 2006

i know it's gonna happen someday

terang saja aku cinta kamu
pandangmu terlalu memesona
berkedut ke kiri dan kanan
matamu juling

gimana aku tak cinta kamu
tawamu renyah
aku tahu dari mana parau suaramu berasal
bibir kamu sumbing

aku cinta mampus sama kamu
kamu manja tak ketulungan
minta digendong kemanamana
kakimu sebelah pincang

ya sudah. aku cinta kamu
andai kamu mati, aku mampus

Saturday, September 09, 2006

di jalanan

hari ini aku merasa seperti orang buta yang berdansa
dan bertepuk tangan
gembira
di tengah hujan.

Hari ini aku merasa belum tentu ada jalan
yang menuntun ke angkasa
memetik jiwajiwa yang pedih

Badai badai, di mana aku berada di musim semi nanti

Satu hari kau hidup, di lain hari kau mati.

Sunday, June 18, 2006

rembulan

kalau anakmu bangun malam ini
jangan kaubiarkan dia membuka jendela
karena aku khawatir dia bertanya
"di mana separuh rembulan?"

sebelah rembulan telah kuremuk
dan kutabur dalam gerobak roti
yang kukayuh sampai tengah malam ini

di mana pun kau makan rotiku
sobeklah pelanpelan
niscaya kau temukan sisa malam
dan sedikit rembulan di dalam

small black flower in the sky

saat main layanglayang
jangan lupa kautunjuk
itu awanwan putih yang bertumpuk

kau bilang padanya
di situ ada bunga hitam kecil
yang tumbuh

mereka menyembunyikan
nasib orangorang terkutuk
di akarakarnya

dan kadangkala kau lihat
awan menghitam

dan menangis


-diambil dari judul lagu manic street preachers

Saturday, June 03, 2006

ini malam

kalau kau bilang malam itu hitam, akan kulinggis hidungmu
Karena aku tau kalau kelam itu ada di bawah kepak gagak

aku toh tak pernah bertanya padamu, tentang hujan
(tegakkan badanmu)
dan pojok gang yang menunggumu sendirian
(hentakkan kakimu)
atau badan yang berdiri tegak menggigil
(kita hendak berdansa)
pada purnama tertutup awan aku melolong panjang
(ikuti irama)
mengharap engkau datang
(kita mabuk bersuka cita)

Sunday, May 21, 2006

telepon

halo ini telepon, kamu?

Monday, May 01, 2006

ga selesai

lalu, pernah kami berjalan di sepanjang garis pantai
dia bercerita tentang neneknya yang larut dipersunting laut.

kemudian dia menunjuknunjuk batas cakrawala menyembur jingga
"itu ufuk pernah ditembus perwira yang mati berduka"

itu tuan yang bersuara parau
telah mati.


-deposuit potentes de sede, et exaltavat humiles

Thursday, April 27, 2006

dia 2

dari ranjang, bersama tuan,
aku belajar kehidupan
tentang lekuk lakilaki
dan kanakkanak yang berahi

aku dulu cuma membawa sejumput pikiran
yang bercampur lumpur sawah di desa
tapi lihat, tuan
kini aku punya pikiran saudagar
serba merki serba perhitungan

aku menghitung setiap senti badan ini
dengan rupiah yang mampu kau tutupi

lihat tuan,
aku mampu mengubah laki yang baru tumbuh jakunnya
menjadi manusia paripurna

Tuesday, April 25, 2006

dia 1

mari kuajar kau menyapu wajah
ini dia pupur dan kuasnya

perhatikan gincu di bibir Makmu ini
ulas dua kali sampai merona

tinggal kau tipu mata itu bandot tua

untuk rupiah yang kaukumpul
jangan pernah disimpan

sebab rupiah pula bapakmu pergi

Wednesday, April 19, 2006

kutagih waktu

karena kemana pun kau lari, pasti kau kukejar. karena aku akan berlari bersamamu. mengikutmu bak bayang tubuh sendiri. aku hendak membuatmu terburu-buru. lalu terbirit-birit. aku hendak membuatmu merasa tak enak hati karena telah memisahkan kami. aku akan membuatmu tersengal-sengal berlari dari janji yang kau buat sendiri. waktu, kan kukejar engkau sampai kau kembalikan dia padaku.

tapi aku tak hendak berhitung denganmu.

anakku lahir

selamat datang di dunia nak
ada delapan penjuru angin yang perlu kau kecup

sekarang adalah saatnya

sekarang adalah saatnya kita mabuk seperti anak-anak yang tak pernah kehilangan napas untuk tertawa. sekarang adalah waktunya bermain memanjat pohon yang tinggi dan berpura-pura menjadi kesatria robin yang mengelompok, mencuri upeti dan membagi-bagi kepada mereka yang miskin. sekarang adalah waktunya kita merasa jumawa lalu mencoba busur-busur dan menghentak-hentakkan toya. dan pohon-pohon mendadak menciut begitu ibu memanggilmu untuk mandi

dan sekarang adalah waktunya berlaga seperti kesatria. mengendara kuda dan menjelajah istana. serupa berandal mencumbu putri cantik rupa. mengutuk-ngutuk rahib dan bihara. kau pun membayangkan membopong sang putri yang tengah sekarat dalam hujan yang membara. kau menangisi cinta yang tak pernah dimengerti kaum tua. dan bumi berubah menjadi tempat lapang tempat kau harus menggembala saat bapakmu memanggil "tole kambingmu belum minum".

dan sekarang pun berlalu, menanyakan kepadamu "tahukah kamu angin, dingin, dan hujan tak pernah bertanya kepadamu,'kapan kau beranjak dewasa?'"

Boxers

Ada satu kali dia ingin kembali naik ring
Katanya uang hasilnya lumayan untuk membeli pistol mainan untuk buyung
Dan boneka cantik untuk si upik
Tapi bunyi bel berubah menjadi neraka
Dan si buyung hari ini menolak ke sekolah, karena satu kampung memperolok ayahnya yang tumbang di ring.

“dunia hari ini mengubur sebuah keluarga.”

Interlude

Bukan saya yang nyanyi itu hari.

Friday, April 07, 2006

mantra pemusnah duka

kadang ia menumpuk luka
di tangan kirinya

"selusin awan
sekodi hujan
sewindu musim"

diremas itu luka
dan dibuang
ke tempat sampah

Monday, April 03, 2006

mati

Kalau aku mati
Aku ingin begitu saja
Tanpa dupa
Tanpa duka

Tanpa bunga kamboja
Dan keranda

Kalau aku mati
aku ingin mendekap sunyi

Sunday, April 02, 2006

broken flower

tak ada ranting yang patah
tak ada daun yang jatuh
tak ada bunga yang rapuh

tapi dia tak kunjung mengerti misteri kuncup yang
tergeletak mati dalam kepalanya.

originally on 25 february 2006